Air merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam berbagai kegiatan kita seringkali membutuhkan air. Namun seringkali kita kurang menghargai keberadaan air di sekitar kita. Seringkali kita menggunakannya secara berlebihan dan membuang air tanpa guna. Padahal jumlah air di dunia ini bisa saja habis pada suatu saat. Pernahkah kamu membayangkan jika kita hidup tanpa air? Parti akan sangat sulit bagi kita.

Kalau selama ini kita menggunakan air seolah-olah benda mati, mungkin kita perlu mendengar penemuan dari Bapak Masaru Emoto. Masaru Emoto adalah seorang peneliti yang berasal dari Jepang. Melalui penelitiannya beliau berhasil menunjukkan bahwa sifat air bisa berubah sesuai dengan kondisi perasaan orang di sekitarnya. Bapak Masaru Emoto mengambil contoh air dari berbagai penjuru dunia. Dari hasil penelitiannya setiap contoh air yang diambil menghasilkan kristal air yang berbeda.

Contoh kristal air :

gambar kristal air ketika kalimat “Kamu Bodoh” diucapkan.

 

gambar kristal air ketika kalimat “Cinta dan Terimakasih” diucapkan.

 

Dari gambar di atas bisa kita lihat bahwa air dengan kalimat positif menghasilkan kristal air yang lebih indah jika dibandingkan dengan air yang diberi kalimat negatif.

Setelah kita melihat bahwa ternyata air pun bisa merasakan, mulai saat ini kita harus dapat lebih lagi menghargai air yang kita gunakan.

Yang dapat dilakukan :

  • Mengucapkan terimakasih sebelum minum, menuntaskan minum dari air yang telah diambil.
  • Menggunakan air secukupnya dengan rasa syukur.
  • Seandainya memungkinkan, memilih jajanan yang menggunakan kemasan bukan plastik, bukan aluminium.
  • Membuang sampah pada tempatnya agar tidak menyumbat selokan dan mencegah banjir.
  • Menolong air meresap ke bumi dengan membuat lubang berdiameter 15cm dengan kedalaman sekitar 1m di sudut-sudut halaman rumah untuk menyimpan sampah organik, yaitu daun-daun kering, kulit buah, sisa sayuran.

 

AIR adalah AKU, 70% diriku adalah air

Air adalah Kehidupan

Air yang damai berarti aku yang damai,

berarti dunia yang damai.